-->

Gambar


 

Iklan

Tanggul Jebol di Desa Bunijaya, Ratusan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Redaksi Opinipublika
Sabtu, 24 Januari 2026, 1/24/2026 WIB Last Updated 2026-01-24T14:44:26Z
Opinipublikasi.id - Bandung Barat // Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat menyebabkan jebolnya tanggul penahan air Marta Singa di Kampung Cibodas, RT 05 RW 01, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Berdasarkan informasi di lapangan, tanggul tersebut memiliki peran vital sebagai saluran irigasi bagi lahan pertanian warga dengan luas mencapai sekitar 80 hektare dan panjang aliran kurang lebih 9,5 kilometer. 
Jebolnya tanggul ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan petani, terutama ancaman krisis air saat musim kemarau mendatang.

Jebolnya tanggul diduga kuat akibat meningkatnya debit air sungai secara drastis setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Luapan air tidak mampu dibendung, hingga akhirnya merusak struktur tanggul dan mengalir ke area sekitar.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Desa Bunijaya yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa H. Jamil, S.Sos, bergerak cepat melakukan pemantauan ke lokasi kejadian. 
Bersama perangkat desa, ketua RW, serta warga setempat, pemdes melakukan langkah-langkah darurat guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Upaya sementara yang dilakukan di antaranya adalah membersihkan sisa-sisa material tanggul yang jebol agar tidak berserakan dan menghambat aliran air, sekaligus berusaha melakukan perbaikan seadanya dengan kemampuan yang ada.

“Begitu kami menerima laporan adanya tanggul jebol, Pemerintah Desa Bunijaya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi aman. Kami bersama warga berupaya melakukan penanganan awal dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta pemerintah daerah agar penanganan darurat dapat segera dilakukan,” ujar H. Jamil.

Pemerintah desa berharap perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait, mengingat tanggul Marta Singa merupakan infrastruktur vital bagi keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat Desa Bunijaya. Tanpa penanganan permanen, dikhawatirkan kerugian petani akan semakin besar di masa mendatang. (Ibenk)



Komentar

Tampilkan

Terkini



 

+